10.10.2010

Lebaran Hadir, Diare Mampir

Oleh : Noni Arnee
HAMPIR setiap Lebaran, Paramita selalu mengeluhkan penyakit langganan yang selalu meny-erangnya. Bukan penyakit maag yang seringkali kambuh, melainkan diare. Itu karena setiap meli- hat aneka macam hidangan Lebaran yang hampir semuanya pedas dan bersantan, lidahnya seperti tak sabar ingin segera menyantap semuanya.

''Aku sering diare. Mungkin karena perut dijejali makanan bersantan dan pedas. Maklum mumpung di rumah. Dulu bahkan sampai muntah-muntah segala, gara-gara banyak minum soda pas Lebaran,''cerita Paramita Nurmutia (21), mahasiswa Ilmu Gizi Undip Semarang.

Tidak hanya Paramita, MiaAulia (22) dan Mujiana (43) pun mengakui, diare seperti penyakit ''wajib''yang menghampiri keluarganya pada saat Lebaran. ''Tak cuma aku, tapi semua anggota keluarga. Gara-garanya, tiap kali silaturahmi ke keluarga yang lain pasti disuruh makan ini dan itu. Tidak bisa menolak, bukan? Jadi, tiap Lebaran kami sudah pasti sedia obat diare,''kata Mia sambil tertawa.

Untung saja tambah Mujiana, diarenya tidak terlalu parah. ''Biasanya tiga hari kemudian sudah sembuh setelah minum obat. Tapi tidak bisa bepergian karena BAB terus-menerus.'' Tak hanya mereka yang ''rakus''memakan apa saja, penyakit itu pun menyambangi Istiqomah (40) dan keluarganya yang telah cukup selektif memilih makanan. Sudah menjadi tradisi tiap mudik ke rumah orang tua, hidangan penuh santan menjadi menu wajib kala Lebaran pun tak bisa dihindari. Padahal suaminya seorang vegetarian meski sesekali masih mengonsumsi daging. Juga anak mereka yang lebih suka sayur dari pada penganan berminyak.

''Di rumah Nenek, anak-anak sering diare. Mungkin karena perut tidak dibiasakan makan makanan yang berat-berat seperti itu, ''ujar ibu dua anak tersebut. Tapi itu beda dengan Meilinda. Diare yang saban tahun sering menghantui, kini tidak lagi. Sebab, ia punya resep unik untuk menangkalnya. ''Hanya minum segelas minuman soda atau air kelapa muda saat buka puasa, dan sebelum makan nasi pada malam Lebaran. Tidak pernah diare lagi, meski makan yang manis sekalipun.'' Menurutnya, minuman bersoda ini akan mempercepat pembukaan kelenjar-kelenjar dalam lambung sehingga makanan lebih mudah dicerna. Meski terkesan seperti mitos semata, ia terus menyetiai resep ''sepele''itu yang ternyata manjur.

Sudah Tradisi Memang sudah menjadi tradisi di hampir semua tempat, saat Lebaran berbagai macam makanan lezat, gurih, dan manis tersedia, baik di rumah maupun tempat yang dikunjungi untuk silaturahmi. Sebut saja opor ayam, rendang, sambal goreng, aneka kue kering dan basah, sirup, sampai minuman bersoda, yang semuanya begitu menggiurkan.

Ketika Lebaran tiba perut pun langsung ''dihantam''dengan banyaknya makanan yang terhidang di atas meja. Biasanya pada saat itu, kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang berlebihan pun muncul seperti beberapa pengalaman di atas. Tidak hanya mereka, mungkin sajaAnda juga mengalami.

Jika tergoda mengonsumsi secara berlebihan, bisa dipastikan penyakit segera menghampiri seperti yang terjadi misalnya pada Paramita dan Mia.
Jadi, menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, ada baiknya mengingat kisah mereka. Sebab, dari data di sejumlah rumah sakit yang melayani pasien pada saat Lebaran, terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien. Sebagian besar penyakit mereka diakibatkan perilaku yang tidak membatasi diri dalam hubungannya dengan makanan sehingga sangat rentan terserang berbagai penyakit.

''Peningkatan jumlah pasien umumnya diakibatkan oleh penyebaran melalui makanan dan minuman yang tidak sehat,'' ujar dr Hery Jagad Sppd, ahli penyakit dalam dan konsultan Gastrohepatologi RS dr Kariadi Semarang.

Gangguan kesehatan ringan hingga berat umum yang banyak terjadi dan patut diwaspadai antara lain gangguan saluran pencernaan, diare, ISPA, dan penyakit degeneratif yaitu diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, jantung dan stroke.
Menurut dr Hery, penyakit yang banyak ditemukan adalah diare, dari yang ringan hingga akut. ''Biasanya orang mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kualitas asupannya. Lemak dan protein tinggi, sedangkan sumber serat, vitamin, mineral, dan zat arang rendah.'' Karena itu, agar situasi Lebaran tak sampai memicu berbagai penyakit di kemudian hari, ia mengingatkan, untuk berhati-hatilah karena perubahan perilaku dalam urusan makan.

''Tidak terkontrol dan makan sepuas-puasnya semua hidangan yang disajikan, padahal justru membahayakan kesehatan apalagi bagi orang yang mempunyai riwayat penyakit degenaratif,''jelasnya.

Diare ini terjadi selain karena infeksi juga akibat adanya gangguan penyerapan makanan yang mempunyai lemak terlalu tinggi.
''Usus tidak mampu menyerap lemak dan tidak bisa terabsorsi dengan baik sehingga menimbulkan diare.'' Menurutnya, diare ringan cenderung mudah diobati. Tapi penyakit ini bisa berubah menjadi akut. Dan jika tidak secepatnya mendapat penanganan yang tepat akan menyebabkan dehidrasi berat yang dapat memicu syok sehingga harus dirawat.

’’Penderita harus segera diberi cairan elektrolit. Jadi tergantung tipe dan jenis diare. Yang menjadi masalah jika diare disertai dengan muntah-muntah hingga dehidrasi. Kondisi akan semakin parah jika memiliki riwayat kronis terhadap suatu penyakit.’’ Lantas bagaimana cara menghindari dan atau meminimalisasi penyakit yang menjadi tren saat Lebaran dan tidak memberatnya penyakit kronis yang telah diderita? Dokter yang juga dosen FK Undip Semarang itu memberi saran, agar semua dikembalikan pada diri masing-masing dalam menjaga dan memperbaiki perilaku, lingkungan dan daya tahan tubuh. Setiap orang pasti memiliki ukuran sendiri atau sangat variatif. ’’Perilaku itu mencakup bagaimana pola makan yang tidak berlebihan, seimbang, dan sehat.

Jangan lupa tetap olahraga dan perhatikan waktu untuk istirahat.’’ Adapun, Ahli Gizi Prof dr Siti Fatimah-Muis MSc SpGK mengatakan, perlunya menyajikan alternatif makanan dan minuman pendamping untuk menyiasati dan meminimalisasi kemunculan gangguan kesehatan pada saat lebaran yang diakibatkan asupan makanan yang tidak seimbang.

''Itu bergantung atas kejelian keluarga untuk mengatur menu sajian Lebaran yang cocok dan bisa disajikan bersamaan dengan menu 'wajib'.'' Ia mencontohkan aneka makanan dan minuman yang mengandung vitamin dan zat arang tinggi, misalnya dengan menyajikan buah-buahan atau minuman jus buah segar, aneka salad sebagai pengganti sayur. Selain itu, untuk menekan hal ini, sebaiknya kembali menormalkan pola makan seperti semula.

Jadi, ada baiknya mengendalikan nafsu untuk menyantapnya. Makan secukupnya dan tidak berlebihan. Dan tidak lupa perhatikan riwayat kesehatan. Tapi jika tetap tidak bisa menahan diri untuk mencicipi semua makanan lezat yang tersaji di meja pada saat Lebaran,Anda bisa juga mencoba resep ''mitos''dari Meilinda. (62)

Peliput: Tim Edisi Minggu SuaraMerdeka
050910

Tidak ada komentar: